Rabu, 16 Maret 2011

Obat-Obat Hipertensi

Obat-Obat Tekanan Darah

Ditinjau ulang secara medik oleh: Omudhome Ogbru, PharmD

* ACE inhibitors
* Angiotensin receptor blocker (ARB)
* Beta-blockers
* Calcium channel blockers (CCBs)
* Diuretics
* Alpha-blockers
* Alpha-beta blockers

* Clonidine
* Minoxidil

ACE inhibitors

ACE inhibitors adalah obat-obat yang memperlambat aktivitas dari enzim ACE, yang mengurangi produksi dari angiotensin II (kimia yng sangat kuat yang menyebabkan otot-otot yang mengelilingi pembuluh-pembuluh darah untuk berkontraksi, jadi menyempitkan pembuluh-pembuluh). Sebagai akibatnya, pembuluh-pembuluh membesar atau melebar, dan tekanan darah berkurang.

Contoh-contoh dari ACE inhibitors termasuk:

* enalapril (Vasotec),
* captopril (Capoten),
* lisinopril (Zestril and Prinivil),
* benazepril (Lotensin),
* quinapril (Accupril),
* perindopril (Aceon),
* ramipril (Altace),
* trandolapril (Mavik),
* fosinopril (Monopril), dan
* moexipril (Univasc ).

Angiotensin receptor blocker (ARB)

Angiotensin II receptor blockers (ARBs) adalah obat-obat yang menghalangi aksi dari angiotensin II dengan mencegah angiotensin II mengikat pada reseptor-reseptor angiotensin II pada pembuluh-pembuluh darah. Sebagai akibatnya, pembuluh-pembuluh darah membesar (melebar) dan tekanan darah berkurang.

Contoh-contoh dari obat-obat ARB termasuk:

* losartan (Cozaar),
* irbesartan (Avapro),
* valsartan (Diovan),
* candesartan (Atacand),
* olmesartan (Benicar),
* telmisartan (Micardis), dan
* eprosartan (Teveten).

Beta-blockers

Beta blockers adalah obat-obat yang menghalangi norepinephrine dan epinephrine (adrenaline) mengikat pada reseptor-reseptor beta pada syaraf-syaraf. Beta blockers terutama menghalangi reseptor-reseptor beta 1 dan beta 2. Dengan menghalangi efek-efek dari norepinephrine dan epinephrine, beta blockers mengurangi denyut jantung; mengurangi tekanan darah dengan melebarkan pembuluh-pembuluh darah; dan mungkin menyempitkan saluran-saluran udara dengan menstimulasi otot-otot yang mengelilingi saluran-saluran udara untuk berkontraksi.

Contoh-contoh dari beta-blockers termasuk:

* atenolol (Tenormin),
* propranolol (Inderal),
* metoprolol (Toprol),
* nadolol (Corgard),
* betaxolol (Kerlone),
* acebutolol (Sectral),
* pindolol (Visken), dan
* bisoprolol (Zebeta).



Calcium channel blockers (CCBs)

Calcium channel blockers menghalangi gerakan dari calcium kedalam sel-sel otot dari jantung dan arteri-arteri. Calcium diperlukan oleh otot-otot ini untuk berkontraksi. Calcium channel blocker menurunkan tekanan darah dengan mengurangi kekuatan dari aksi memompa jantung (kontraksi jantung) dan mengendurkan sel-sel otot pada dinding-dinding dari arteri-arteri.

Tiga tipe utama dari calcium channel blockers digunakan. Satu tipe adalah dihydropyridines, yang tidak memperlambat denyut jantung atau menyebabkan denyut-denyut atau irama-irama jantung lain yang abnormal (cardiac arrhythmias). Contoh-contoh dari obat-obat ini termasuk:

* amlodipine (Norvasc),
* sustained release nifedipine (Procardia XL, Adalat CC),
* felodipine (Plendil), dan
* nisoldipine (Sular).

Dua tipe lain dari calcium channel blockers dirujuk sebagai agen-agen non-dihydropyridine. Satu tipe adalah verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan) dan yang lainnya adalah diltiazem (Cardizem, Tiazac, Dilacor, dan Diltia).
Diuretics

Diuretics adalah diantara obat-obat paling tua yang dikenal untuk merawat hipertensi. Mereka bekerja pada tabung-tabung kecil (tubules) dari ginjal-ginjal untuk mengeluarkan garam dari tubuh. Air (cairan) juga mungkin dikeluarkan bersama dengan garam. Diuretics mungkin digunakan sebagi perawatan obat tunggal (monotherapy) untuk hipertensi. Lebih seringkali, bagaimanapun, dosis-dosis yang kecil dari diuretics digunakan dalam kombinasi dengan obat-obat anti-hipertensi lain untuk meningkatkan efek dari obat-obat lain.

Diuretics yang paling umum digunakan untuk merawat hipertensi termasuk:

* hydrochlorothiazide (Hydrodiuril),
* the loop diuretics furosemide (Lasix) dan torsemide (Demadex),
* kombinasi dari triamterene dan hydrochlorothiazide (Dyazide), dan
* metolazone (Zaroxolyn).

Untuk individu-individu yang alergi pada obat-obat sulfa, ethacrynic acid, loop diuretic, adalah opsi yang baik. Catat bahwa diuretics kemungkinan harus tidak digunakan pada wanita-wanita hamil.
Alpha-blockers

Alpha-blockers menurunkan tekanan darah dengan menghalangi reseptor-reseptor alpha pada otot halus dari arteri-arteri peripheral diseluruh jaringan-jaringan tubuh.

Contoh-contoh dari alpha-blockers termasuk:

* terazosin (Hytrin), dan
* doxazosin (Cardura).

Alpha-beta blockers

Alpha-beta-blockers bekerja dengan cara yang sama seperti alpha-blockers namun juga memperlambat denyut jantung, seperti yang dilakukan beta-blockers. Sebagai akibatnya, lebih sedikit darah yang dipompa melalui pembuluh-pembuluh dan tekanan darah menurun. Contoh-contoh dari alpha-beta blockers termasuk:

* carvedilol (Coreg), dan
* labetalol (Normodyne, Trandate).

Clonidine

Clonidine (Catapres) adalah penghalang sistim syaraf. Penghalang-penghalang sistim syaraf bekerja dengan menstimulasi reseptor-reseptor pada syaraf-syaraf di otak yang mengurangi transmisi dari pesan-pesan dari syaraf-syaraf dalam otak ke syaraf-syaraf pada area-area lain dari tubuh. Sebagai akibatnya, denyut jantung melambat dan tekanan darah berkurang.
Minoxidil

Minoxidil adalah vasodilator. Vasodilators adalah pengendur-pengendur (relaxants) otot yang bekerja secara langsung pada otot halus dari arteri-arteri peripheral diseluruh tubuh. Arteri-arteri peripheral kemudian melebar dan tekanan darah berkurang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar